Ada dua ekor burung merpati yang terbang bersama-sama. Ketika akan memasuki satu kawasan tertentu. Tiba-tiba burung yang satu berhenti dan melanjutkan perjalanannya dengan
jalan kaki. Sedangkan yang satu tetap terbang.
"Kok jalan kaki, Kenapa gak terbang aja? kan lebih cepet" penuh tanda tanya.
jalan kaki. Sedangkan yang satu tetap terbang.
"Kok jalan kaki, Kenapa gak terbang aja? kan lebih cepet" penuh tanda tanya.
"Memangnya kau gak lihat? itu!" Sambil menunjuk ke arah sebuah rambu bergambar 'Burung Terbang' dan diberi tanda silang ditengahnya. Di bagian bawahnya bertuliskan 'Zona Larangan Terbang'. hehe..(yang ini tidak tertulis di papan rambu lho..)
"Ohh..." burung itu mengerti. Dan dia-pun ikut berjalan seperti temannya
"Ternyata asyik juga ya jalan kaki" katanya kemudian.
"Asal kita tahu bagaimana cara menikmatinya, semua akan terasa lebih asyik. Sekarang kita nikmati saja jalan-jalan kita ini" Disempatkan untuk berhenti, menghela nafas panjang.. seolah ingin memasukkan seluruh hawa murni dunia kedalam dirinya.
...
Bersyukur itu adalah seni
Seni menghadirkan sebuah senyuman
dalam satu rantai penderitaan
dalam satu rantai penderitaan
Seni menghadirkan harapan
di tengah lautan keputusasaan
Seni menghadirkan keberanian, tekad, semangat
di tengah keterpurukan
Seni menghadirkan cinta di tengah kutukan kebencian
Seni menghadirkan cinta di tengah kutukan kebencian
Ia ibarat awan cerah
yang perlahan mengusir mendung hitam di langit-langit kehidupan
Seperti hujan yang menjanjikan indah warna pelangi..
Semarang, 05 Januari 2012
Salleum Sami






